Nikmat Islam.
Nikmat sehat bahkan nikmat sakit juga karena bisa menggugurkan dosa.
Nikmat bisa bernapas lega.
Nikmat makan.
Nikmat punya tempat tinggal.
Nikmat keluarga.
Nikmat orang-orang baik yang Allah hadirkan di sekitar kita.
Kalau dipikir-pikir, ada banyak banget momen dalam hidupku yang bikin aku sadar, Allah itu bener-bener dekat. Allah itu nolong kita dengan cara yang kadang gak masuk akal, tapi nyata.
Salah satunya, aku pernah hampir kecopetan.
Waktu itu aku jalan di pasar, pakai tas ransel di belakang, ceroboh banget memang karena HP aku taruh di saku depan tas. Entah kenapa tiba-tiba aku noleh ke belakang, padahal gak ada apa-apa dan gak merasa tas ada yang buka.
Tapi pas nengok, aku lihat ada pencopet yang lagi beraksi, tangannya udah megang HP aku.
Aku aget tentunya terlihat dari espresi wajah mungkin tapi belum sempat ngomong apa-apa, si pencopet malah balikin HP itu . Dia gak kabur dengan HP nya, gak ngotot, dia cuma balikin lalu pergi.
Sampai sekarang aku masih amazed sama kejadian itu.
Karena sebenarnya bisa aja takdirnya HP itu hilang dan aku sedih berhari-hari. Tapi Allah seolah tuntun untuk nengok di saat yang tepat, dan Allah juga seolah tuntun si pencopet itu untuk balikin HPnya.
Seolah Allah ngasih pesan untukku agar lain kali hati-hati dan gak ceroboh lagi.
Lalu ada satu kejadian lain yang sampai sekarang bikin hatiku hangat kalau diingat.
Waktu aku merantau, aku pernah ada kondisi mendesak yang bikin keluarga minta aku pulang kampung. Tapi saat itu ekonomi lagi pas-pasan, dan aku gak punya uang untuk beli tiket pesawat.
Mau minta ke orang tua juga gak tega, karena mereka juga lagi ada masalah. Dan aku gak enak harus nambah beban mereka.
Tapi tiba-tiba, nenek kasih aku uang.
Tanpa aku minta. Tanpa aku cerita apa-apa. Benar-benar tiba-tiba aja. Dan pas lagi cari penerbangan, ada satu maskapai yang biasanya terkenal mahal, tiba-tiba turun harga. Harganya sama kayak maskapai biasa yang lebih murah.
Aku langsung pesan.
Saat itu aku benar-benar terkesan, karena rasanya Allah kasih kemudahan yang luar biasa. Seolah Allah ingin berpesan kalau niatmu untuk orang tua, Aku mudahkan jalannya.
Dan setelah itu harga tiket maskapai itu gak pernah murah lagi. Aku sempat beberapa kali cek karena penasaran, tapi setiap aku cek selalu mahal seperti biasanya. Rasanya kejadian itu memang khusus Allah hadirkan di waktu itu.
Lalu aku juga teringat waktu aku dapat kerjaan pertamaku.
Waktu itu aku bersyukur banget, karena setelah lama nganggur akhirnya aku dapat pekerjaan. Aku pikir kantor dan lingkungannya bakal sesuai ekspektasiku. Apalagi perusahaannya startup, dan waktu itu startup lagi booming banget. Kantor pusatnya pun di salah satu gedung tinggi di Jakarta.
Aku daftar untuk cabang Bekasi. Awalnya aku training 3 hari di kantor pusat, dan aku senang banget.
Tapi setelah pindah ke cabang Bekasi, ternyata kantonya jauh dari rumah sodara tempat aku tinggal jadi aku harus ngekos lagi dan kagetnya lagi ternyata kantor cabang Bekasi itu numpang di ruko milik perusahaan lain yang terdiri dari 4 lantai. Dan kami ditempatkan di lantai 4, tanpa lift hanya ada tangga untuk akses setiap lantai. Kalau dibilang kantor, jujur lebih layak disebut gudang lantai 4 paling atas itu karena banyak barang dan sempit.
Di lantai 1 ada resepsionis cewek.
Lantai 2 isinya karyawan cowok semua tapi gak banyak.
Lantai 3 kosong, kadang dipakai meeting.
Dan lantai 4 tempat aku kerja dan mayoritas cowok juga.
Staff perusahaan cuma terdiri dari supervisor dan tim sales. Jadi yang benar-benar stay di kantor itu cuma aku. Yang lainnya kebanyakan ke lapangan. Biasanya sebelum mereka berangkat, ada briefing pagi sebentar.
Sales cowok ini, ya begitulah, ada aja modusnya. Tapi Alhamdulillah, Allah jaga aku. Kalau ada yang mulai aneh-aneh atau coba modus, entah kenapa setelah itu mereka jadi gak berani lagi. Mereka seolah segan, seolah gak punya ruang untuk macam-macam. Bahkan kalau bercanda pun mereka kayak menahan diri, gak berani kelewatan. Padahal aku tahu obrolan dan candaan mereka di luar itu parah. Dan juga suasana ruko yang sepi, karyawannya gak banyak, lantai 3 kosong kalau aku ingat lagi kondisi waktu itu aku jadi merinding sendiri karena seram, bukan hanya karena ada nuansa horornya tapi juga bahaya sebagai cewek yang mengintai kapan aja karena lingkungannya sepi dan pinggir kota, dan setelah ada sales cewek kondisi makin lebih baik karena bukan hanya aku cewek satu-satunya dan juga mereka jg baik dan jadi teman setelahnya tapi tetap aja mereka semua mencar ke lapangan jd sampai sore aku sendirian di kantor dan setelah diingat ingat lagi sekarang, aku suka heran sendiri, kok dulu bisa bertahan hampir 8 bulan di tempat itu, Walaupun di saat bersamaan juga bersyukur, karena Allah selalu jaga aku.
Dan kerjaan pertama ini seolah jadi batu loncatan aku untuk dapat kerjaan berikutnya. Kerjaan aku kedua akhirnya aku dapat di salah satu perusahaan media terkenal di Jakarta yang benar-benar sesuai dengan ekspektasi baik kerjaan dan lingkungannya. Proses diterima di kantor ini juga ada kisahnya juga yang mana kembali menunjukkan bagaimana kuasa Allah tapi akan panjang jika diceritakan disini mungkin untuk tulisan berikutnya nanti.
Itu baru beberapa dari banyak hal baik yang Allah lakukan dalam hidupku. Memang benar ya seperti firman Allah dalam Al-Qur’an, bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan.
Aku menulis ini sebenarnya untuk mengingatkan diri sendiri.
Supaya kalau suatu hari aku futur, atau mulai merasa kurang bersyukur, aku bisa kembali mengingat, Bahwa Allah itu selalu punya cara untuk menjaga, menolong, dan menyayangi hamba-Nya.