Pada umumnya, semakin bertambah usia seseorang, semakin dewasa juga cara berpikir dan sikapnya. Ini karena pengalaman hidup, pembelajaran, serta wawasannya yang terus bertambah seiring waktu.
Namun pada kenyataannya, tidak semua orang mengalami proses pendewasaan yang sejalan dengan pertambahan umurnya. Ada orang yang usianya sudah matang, tetapi sikap dan cara berpikirnya masih jauh dari kata dewasa. Sebaliknya, ada juga orang yang usianya masih muda, tetapi sudah mampu bersikap bijak, tenang, dan dewasa dalam menghadapi berbagai situasi.
Menurut saya, ini kembali ke pribadi masing-masing. Kedewasaan tidak hanya terbentuk oleh waktu, tapi juga karena seseorang mau belajar memahami orang lain, dan yang lebih penting, mau memahami dirinya sendiri.
Ada orang yang secara umur sudah dewasa, tetapi kadang terkesan egois dan hanya fokus pada dirinya sendiri, sehingga kurang peka pada perasaan orang lain, empati kurang tumbuh, dan cara bersikapnya jadi terlihat kurang bijaksana.
Di sisi lain, ada juga orang yang terlalu memikirkan orang lain sampai melupakan dirinya sendiri. Ia terlalu sering mengalah, terlalu sering memprioritaskan orang lain, hingga akhirnya dirinya sendiri menjadi korban. Sikap seperti ini mungkin terlihat baik di permukaan, tetapi jika berlebihan justru bisa menjadi racun bagi diri sendiri. Saya sendiri kadang masih berada di posisi ini, sehingga tulisan ini juga menjadi pengingat untuk diri saya juga.
Umur hanya menunjukkan berapa lama seseorang hidup, tetapi kedewasaan menunjukkan bagaimana seseorang belajar dari hidup. Pengalaman pun tidak otomatis membuat seseorang bijak, kecuali jika ia mau memahami dirinya, memahami orang lain, dan terus memperbaiki cara berpikir serta cara bersikap.
Pada akhirnya, kedewasaan bukanlah tujuan akhir, melainkan proses yang terus berjalan seumur hidup
#tulisanrandom#refleksidiri#selfreminder
Tidak ada komentar:
Posting Komentar